Masuk ke bagian ketiga. Setelah menganalisa selama 2 bulan, hasil yg mencengangkan muncul. Kebanyakan anak laki-laki di kelas sudah tidak "bersih". 9 dari 12 laki-laki merokok, minum; salah satunya bahkan sudah tak perjaka. Entah itu benar atau tidak tapi itu meeupakan tantangan nyata yang harus dihadapi olehku. Dan mereka semua pintar. Beda denganku yg harus kembali merangkak untik mendapatkan nilai dan mengerti materi kuliah yg diberikan. Dan ada 3 anak dulunya pernah merasakan bangku kuliah. Mereka pindah dengan berbagai macam alasan. ada yg memang pribadinya nakal (dulu) dan dulunya ia sudah semester 7 di sebuah institut ekonomi & bisnis yg terkenal di Indonesia, ada yg bermasalah dg senior (bahkan yg itu sudah 2 kali merasakan bangku kuliah sebelumnya), ada juga karena tidak tahan di-bully oleh senior selama hampir satu tahun di salah satu universitas swasta di Jakarta.
Tapu dengan pengalaman mereka yg "suram", aku jadi belajar bagaimana mereka dulu menghadapi masa kuliah yg keras. Walapun dengan cara yg salah. Semoga saya bisa terlindungi daro pengaruh negatif yg sedang & akan dihadapi. Karena intinya manusia memiliki ketakutan. Dan ketakutan yg saya takutkan adalah: menjadi sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar