Masuk ke keempat. Semakin lama semakin akrab dengan teman-teman. Tapi keresahan semakin menjadi-jadi. "Menjadi sama". Tak tahu kenapa semakin lama semakin malas untuk belajar. Bahkan untuk UTS yg akan dihadapi besoknya. Sementara tak ada solusi untuk mendapatkannya.
Selain itu benar-benar terasa kehilangan sahabat-sahabat perjuangan. Terasa hampa, bersamaan dengan materi presentasi pengantar manajemen yang sulit diterjemahkan. Untungnya sahabat baru hadir. Setidaknya dia mau mendengar.
Untuk perasaan hampa itu baru aku tahu kalau ternyata hal yang sedang aku alami masih belum parah dibandingkan dengan sahabatku tadi. Intinya harus introspeksi, tenang, luapkan emosi dengan tangis walaupun kau laki-laki.
Untuk masalah di cerita awal edisi ini, akan berlanjut di edisi selanjutnya. Keempat.
NB: terima kasih Tuhan telah menberikan masalah akan hidup ini.

