Selasa, 04 November 2014

KEEMPAT

Masuk ke keempat. Semakin lama semakin akrab dengan teman-teman. Tapi keresahan semakin menjadi-jadi. "Menjadi sama". Tak tahu kenapa semakin lama semakin malas untuk belajar. Bahkan untuk UTS yg akan dihadapi besoknya. Sementara tak ada solusi untuk mendapatkannya.

Selain itu benar-benar terasa kehilangan sahabat-sahabat perjuangan. Terasa hampa, bersamaan dengan materi presentasi pengantar manajemen yang sulit diterjemahkan. Untungnya sahabat baru hadir. Setidaknya dia mau mendengar.

Untuk perasaan hampa itu baru aku tahu kalau ternyata hal yang sedang aku alami masih belum parah dibandingkan dengan sahabatku tadi. Intinya harus introspeksi, tenang, luapkan emosi dengan tangis walaupun kau laki-laki.

Untuk masalah di cerita awal edisi ini, akan berlanjut di edisi selanjutnya. Keempat.

NB: terima kasih Tuhan telah menberikan masalah akan hidup ini.

Senin, 03 November 2014

KETIGA

Masuk ke bagian ketiga. Setelah menganalisa selama 2 bulan, hasil yg mencengangkan muncul. Kebanyakan anak laki-laki di kelas sudah tidak "bersih". 9 dari 12 laki-laki merokok, minum; salah satunya bahkan sudah tak perjaka. Entah itu benar atau tidak tapi itu meeupakan tantangan nyata yang harus dihadapi olehku. Dan mereka semua pintar. Beda denganku yg harus kembali merangkak untik mendapatkan nilai dan mengerti materi kuliah yg diberikan. Dan ada 3 anak dulunya pernah merasakan bangku kuliah. Mereka pindah dengan berbagai macam alasan. ada yg memang pribadinya nakal (dulu) dan dulunya ia sudah semester 7 di sebuah institut ekonomi & bisnis yg terkenal di Indonesia, ada yg bermasalah dg senior (bahkan yg itu sudah 2 kali merasakan bangku kuliah sebelumnya), ada juga karena tidak tahan di-bully oleh senior selama hampir satu tahun di salah satu universitas swasta di Jakarta.

Tapu dengan pengalaman mereka yg "suram", aku jadi belajar bagaimana mereka dulu menghadapi masa kuliah yg keras. Walapun dengan cara yg salah. Semoga saya bisa terlindungi daro pengaruh negatif yg sedang & akan dihadapi. Karena intinya manusia memiliki ketakutan. Dan ketakutan yg saya takutkan adalah: menjadi sama.

Minggu, 02 November 2014

KEDUA

Selamat malam. Oke, saya akan melanjutkan yang kedua (karena pikiran saya sudah lelah menampungnya). Pertama kali saya masuk ke dalam kelas ini, WOW, that was amazing class that never I attended. Kelasnya terlalu "mewah" bagi saya.


Dan yang paling mencengangkan walapun sesuai ekspektasi, semua stylish, kelihatan kalau latar belakang keluarga mereka berpunya. Dan semua masih memakai topeng (walapun ada yg masih jujur "muka" yg dipakai hingga saat ini adalah asli). Jadi ya, semua masih terasa "baik". Tak ada dosa.

Hari demi hari keakraban muncul, terkecuali aku. Aku harus menganalisa terlebih dahulu bagaimana sebenarnya anak-anak ini. Lebih lengkapnya, tunggu bagian ketiga.

Muka anak-anak Ekonomi Pembangunan Internasional. Ada 2 anak yg tidak masuk dalam foto

PERTAMA

Inilah tulisan saya. perkenalkan nama saya Deo Wahyu Aditia, domisili Mojokerto, Jawa Timur. Saya sedang mengambil studi Ekonomi Pembangunan Kelas Internasional, Fakutlas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya. Saya sadar kalau tulisan saya masih terlalu kaku untuk seorang blogger karena saya tergolong newbie. Pertama.

Sesuai judulnya, saya akan mengungkapkan hal-hal yang "pertama". Di keluarga saya, saya menjadi orang yang pertama lolos di Universitas Brawijaya, dan langsung masuk kelas internasional. Kebanyakan pasti tahu kalau kelas internasional mahasiswa diwajibkan untuk kuliah di luar negeri. dan saya jadi anggota keluarga pertama -baik di keluarga kecil maupun keluarga besar- yang bisa bersekolah di luar negeri. Alhamdulillah.

Dan untuk pertama kalinya merasakan kehidupan yang benar-benar keras. Berteman sekalas dengan mahasiswa-mahasiswa "gagal" dahulunya. Kenapa gagal? Akan saya beberkan nanti. Yang penting saya sudah menjadi anggota baru blog sekarang dan menjalani hidup sebagai mahasiswa. Rencananya, tidak akan benar-benar sering saya mem-posting segala hal di sini...

Terima kasih, dan sekarang menuju ke kedua..